Rabu, 17 Maret 2021

 

Kita berdua

 

Ketika kita tak tahu lagi harus melangkah kemana

Ketika nahkoda tak lagi dapat menentukan arah kapalnya

Ketika kusir tak lagi dapat mengendalikan laju kudanya

Ku tahu engkau harus kemana

Pergilah ke taman itu , ada aku disana menunggumu

Kan ku peluk engkau, supaya engkau merasa kuat

Bersandarlah di bahuku, kan ku tanggung setengah beban mu

Hay lihatlah ke arahku ada aku disini bersama mu

Kita kan arungi Samudra luas ini berdua

Selasa, 16 Maret 2021

 

Jarak

 

Sepasang burung gereja menghampiri ku sore itu

Seolah ingin menghibur kesendirianku

Ku arahkan pandangan ke mereka, seolah mereka berkata “engkau kenapa”

Mereka seolah paham akan perasaanku ini

Tak usalah murung, dia disana pun merindukanmu katanya kepadaku

Begitulah jarak ia tega memisahkan yang terkasih

Biarlah rindu itu menumpuk, sampai tibalah saatnya bertemu

Sehingga engkau dapat memahami arti dari pertemuan

Rabu, 16 Januari 2019

16 Januari 2019


Rasa-rasanya sudah lama tidak mencoba menuliskan sesuatu, ya mumpung masih suasana tahun baru dan mumpung lagi ada mood buat nulis lagi boleh ya ane sedikit membagikan keresahan yang sebenarnya sudah lama tersimpan. Ehm akhir – akhir ini (bukan akhir-akhir ini aja sih) sebenarnya beberapa tahun belakangan jagat dunia maya maupun dunia nyata terus mengalami gejolak (apalagi kalo bukan masalah pemilihan presiden). Yang selalu rame kalau dibahas, lihat aja di sosial media maupun dunia maya lainnnya, rame orang berkomentar hingga tidak jarang terjadi perdebatan yang panas. Ya kalau ane sih ngakak aja baca – baca komentarnya, setiap kubu saling serang” yang penting calon yang gw dukung harus lebih baik daripada calon sebelah nih” (pokoknya kayak lagi jatuh cinta lah, yang kata orang itu tai kucing bisa jadi rasa coklat).
Tapi lama-lama jengah juga ga sih gaes lihat timeline social media, isinya perang komentar antara kubu kampret dan cebong (mending perang PUBG aja sob).aran ane sih nih ya dari pada ente-ente semua ngeributin para kandidat dan perang bacot, mending mulai cari tahu deh tentang rekam jejak kedua pasangan calon ini. Ente bedah dah latar belakang mereka tuh (latar belakang pendidikan, karir, hal positif apa yang udah dia lakuin, lalu orang-orang pendukung dibalik mereka). Dari pada ente-ente semua hanya terbawa oleh hawa nafsu karena mengagumi yang terlihat dari luar semata, yang jadinya gampang terhasut ketika idolanya di kata-katain.
Hey sob mental yang kek gini nih yang perlu dihindari, dan ingat sob jangan mencintai terlalu berlebihan dan membenci terlalu berlebihan karena ketika lw udah mencintai dia sampai mati  -matian tapi nyatanya dia selalu buat lw kecewa nanti akan sakit sob, dan ketika orang yang lw benci itu eh malah suatu saat dia yang nolongin elu daripada yang lw cintai tadi. Karena tak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Gusti sang pemilik alam semesta ini dan juga andra and the backbound.nah setelah ente bedah tuh semua kelebihan dari para kandidat yang ada, nah ente bandingin deh track record antara semua kandidat. Tapi inget jangan pakai perasaan pas bandinginnya, pakailah nalar dan logika yang tepat. Jadi biar bisa milih yang terbaik diantara yang ada.
Pisahin dulu deh itu kepentingan-kepentingan soal keyakinan (agama), soalnya kita kan milih pemimpin negara buka pemimpin agama (dan semoga tdak ada yang hujat ane atas pernyataan ini, hahaha). Yang dilihat ya apa yang dia bisa lakukan nanti (memajukan negara yang dia pilih) ketika sudah terpilih, bukan soal seberapa dia rajin beribadah tapi kelakuan ga seperti yang terlihat (karena rajin ibadah hanya untuk sebuah ritual belaka). Nah semoga saran-saran yang ane berikan ini bisa memberikan sedikit pencerahan buat orang-orang yang sukanya ribut dimedia sosial itu. Janganlah kita setiap mau pemilihan presiden kita ribut mulu.
Karena sesungguhnya hidup kita akan jauh lebih indah dan bermakna ketika kita hidup rukun antar umat manusia (gile udah kek seorang yang medapatkan sentuhan religius ini bahasanya). Nah besok kan udah mulai debat pertama tuh, pantengin deh visi misi semua kandidat pas dia ngejawab pertanyaan yang diajukan oleh panelis. Di serap baik-baik (inget jangan pake hati ya tapi pakai logika karena terkadang hati itu suka salah) terus bandingin deh biar pada punya pandangan siapa yang harus dan selayaknya dipilih. Nah semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat jika ga bermanfaat dan masih aja ribut, ya sudah mau dibilang apa (ternyata yang dikatakan bahwa tai kucing bisa jadi rasa coklat itu benar). Jangan tersinggung ya wahai netijen kalau gamau dibilang ble’e ya coba berpikir waras ya. Hehehehe.

Sebuah lagu dari juicy luicy “jangan tergesa-gesa” menutup sebuah tulisan ini.

Kaum Pekerja



Di salah satu sudut peron stasiun ini ku duduk
Pandanganku tertuju ke antara lalulalang orang-orang
Kulihat  paras-paras Lelah meliputi mereka
Paras yang letih termakan waktu
Demi sebuah pundi – pundi yang terisi di akhir bulan dan hilang di pertengahan bulan
Demi sebuah senyum bahagia anak – anak kecil di rumah
Berkorban kenyamanan berpeluh keringat
Hanya satu harapan melihat yang tercinta menanti dengan senyuman
Mungkin jika mereka bisa menghentikan waktu akan memilih tuk menjadi anak-anak sejenak
Tak ada kesibukan di pagi hari, menikmati waktu berjalan dengan santai
Namun bukankah hidup ini layaknya roda yang terus melaju tak ada kata untuk berhenti
Kita hanya bisa menjalani hari – hari ini menikmatinya sebaik mungkin berharap semua akan baik  

By : Mordenit Banyuurip PM


Selasa, 29 Agustus 2017

Mencoba Via Veratta Gunung Parang

Hallo bajs dan sobat ayo ngetrip udah lama ya blog ini tidak menyapa pemirsa dimana pun berada. Kali ini the bajs mau ceritain pengalaman saat ngetrip mendaki gunung dengan cara yang berdeba,yaps the bajs kali ini akan mencoba via veratta cara lain dalam mendaki gunung,oya via veratta itu berasal dari Bahasa italia yang berarti “ Tangga besi “ dan iyaps kita kali ini mau mendaki gunung dengan bantuan tangga besi,dengan menggunakan body harness ya mirip semacam wlak climbing gitu deh. Oya personil kali the bajs kali ini ada Satria,mas edo ( yg kebetulan lagi ada interview kerjaan di Tangerang), dan teman2 ayo ngetrip koh anes,om yudi,dan om bayu,dan ane mordenit. Sebenarnya ada juga anggota cewenya namun mereka urung berangkat karena kesibukan masing2.
Hari sabtu 1 Oktober 2016 sore pukul 6 kami semua berangkat menuju purwakarta tepatnya ke gunung parang yang berada di desa cihuni, kali ini rombongan terbagi dua dengan meet point di stasiun Jakarta kota ane dan edo berangkat dari Tangerang dan satria beserta lainnya berangkat dari Bekasi, ane dan edo berangkat sekitar jam 2 siang dari stasiun Tangerang, dan tiba di stasiun Jakarta kota pukul 4 sore, dikarenakan ane dan edo yang duluan dating ya sudah kita pergi ke loket kereta untuk membeli tiket kereta menuju purwakarta, sembari menunggu rombongan Bekasi tiba. Namun naas ketika ane dan edo sampe di stasiun kota tiket yang menuju purwakarta sudah habis dan loket pun sudah tutup. Namun kami di kabari dengan sesame penumpang yang mengantri bahwa loket akan buka kembali pukul 5 sore untuk pembelian tiket purwakarta selanjutnya, ya sudah terpaksa ane dan edo mengantri sambal menunggu loket di buka kembali, karena jika di tinggal takut tak kebagian tiket lagi waktu itu antriannya sudah membludak… hahahaha
Selang 30 menit lagi loket di buka koh anes alias cukong tiba di stasiun kota dan menemui kami yang sedang mengemper ngantri tiket, lalu di susul satria, om yudi, dan bayu selang beberapa menit kemudian. Tepat pukul 5 sore loket di buka ane dan edo pun bergegas berdiri dan perlahan maju menghampiri petugas loket, namun kejutan yang kami dapatkan ternyata tiket local jurusan stasiun purwakarta telah habis dan hanya tersisa tiket KA menuju Cikampek, (FYI stasiun Cikampek masih dua stasiun lagi sebelum stasiun Purwakarta), dikarenakan sudah mengantri cukup lama dan jika tak jadi berangkat kami merasa malu ya sudah tanpa piker panjang kami pun membeli tiket menuju Cikampek,sesuai dengan prinsip ane setiap perjalanan mempunyai ceritanya masing2 untuk itu perjalanan yang berubah menjadi ke cikampek terlebih dahulu kita nikmati saja, walaupun kami semua juga tidak tahu dari cikampek nanti akan menggunakan apa menuju desa Cihuni hahahaha, ya nikmati saja bos urusan nanti di piker nanti lah. Setelah tiket di tangan kami pun pergi ke area dalam stasiun dan duduk istirahat di dalam sambal menunggu jam keberangkatan kereta yang sesuai jadwal berangkat pukul 6 sore.
Waktu menunggu itu kami habiskan untuk bercerita dan berfoto2, tepat pukul 6 kurang 15 menit kami masuk ke dalam peron kereta dan menuju gerbong kami sesuai dengan yang tertera di tiket kami berada di gerbong 2, dan mencari no kursi kami sesuai dengan yang ada di tiket, namun karena ini kereta local nomor kursi dan gerbong yang ada di tiket hanyalah pajangan (hahaha), karena sesampainya di dalam kami boleh duduk bebas tidak sesuai nomor, kayak kereta ekonomi jaman dulu pikir ane. Namun karena di dalam gerbong sudah penuh kami jadi duduk terpisah – pisah. Teeettttt terdengar suara klakson kereta dan pluit pertanda kereta akan berjalan, perlahan pun kereta meninggalkan stasiun Jakarta kota, sambil mengisi waktu selama di kereta kami pun mengobrol Cuma satria dan edo saja yang tidak ikut ngbrol dengan ane dan lainnya karena posisi duduknya yang jauh. Nasib sial masih menimpa kami di perjalanan malam itu entah mengapa ac di gerbong kami tak terasa dingin, dua ac malah mengalami kebocoran sehingga meneteskan air sehingga dimatikan oleh CS kereta. Jadilah perjalanan malam itu seperti sedang sauna dimana panas dan keringat menjadi satu…. Hahahaha.
Cikampek 20.40 WIB
Kereta kami tiba di stasiun cikampek, ternyata udara di stasiun sangat dingin dengan angin yang menerpa, lega rasanya karena selama 2 jam bersauna. Setelah turun dari kereta kami pun singgah dulu di toilet stasiun, setelah semua kembali dari toilet kami pun keluar stasiun. Tak lupa ane tanya ke pak satpam untuk menuju purwakarta naik angkutan umum yang mana, pak satpam pun menyuruh kami untuk berjlan kearah flyover dan menunggu angkot yang akan menuju purwakarta,,…
Karena perut kami sudah lapar kami pun mencari warung untuk santap malam,tidak jauh dari pintu keluar stasiun ada warung tenda nasi goreng gitu ya sudah kami mampirlah ke sana karena jalan kea rah flyover lumayan jauh. Kami pun memesan nasi goreng special 6 dan kami pun menyantapnya. Setelah selesai kami pun melanjutkan berjalan menuju bawah flyover, jarak dari stasiun ke flyover  kira2 800 m, sesampainya di bawah flyover kami bertanya ke tukang ojek angkutan menuju purwakrta tepatnya daerah plered ( desa sebelum Cihuni,dari referensi yang di dapat di inet kita harus ke Plered dulu dan melanjutkan perjalanan menuju Cihuni) naik yang mana ya pak,”wah kalau jam segini udah gada angkotnya kalua mau cari di cikopo aja atau kota purwakarta” sesuai dengan apa yang di katakan bapaknya kami pun mencari angkutan ke arah cikopo, tak lama ada AA ankot yang menawarkan jasanya, kami pun bergegas naik di dalam angkot si AA nanya mau kemana emang de,saya jawab aja ke Plered “A” karena waktu itu posisi saya duduk di depan. Dan si AA baik hati ini menawarkan ingin mengantarkan sampai di Plered, langsung saja ane bilang berapa emang “A” kalau sampe Plered 200rb aja A gimana ane pun langsung bilang ke om yudi “gimana om mau ga” dan om Yudi pun memberikan isyarat 170 aja nit dengan menggunakan tangannya. Ane mencoba tawar menawar namun si “AA” sopir angkot tidak mau menurunkan harga ya sudah kamu pun sepakat dengan harga 200rb dikarenakan hari sudah malam dan 200rb untuk di bagi 6 orang msih murah pikir kami. Dan beruntunglah kami dapat sopir angkot yang baik hati ini dan polos…. Hahaha.
Dan ternyata eh ternyata si sopir angkot ini pun tidak tahu arah menuju Plered alhasil kami pun sempat muter2  di dalam kota purwakarta dan bertanya dengan orang sekitar. Namun pada akhirnya kami pun sampai juga di Plered. Kami berhenti di sebuah pangkalan ojek karena memang untuk menuju ke ihuni pintu masuk gunung parang harus menggunakan ojek sebenarnya bisa sih pakai kendaran roda empat atau angkutan umum di karenakan angkutan yang kami tumpangi ini adalah angkutan cikampek sang sopir takut untuk mengantarkan kami. Di sela2 kami menurunkan barang ane pun menuruh om Yudi untuk nego harga dengan para tukang ojek tukang ojek itu menawarkan harga yag terlalu mahal sekitar 50rb per orang,lalu kami pun bertanya kalua angkot bisa ga sampai ke dalam pak,dan tukang ojek itu pun membolehkan kami naik angkot sampai ke dalam, sekedar informasi dari tempat ojek itu ke dalam sekitar 10 km lagi, dan kami tiba di sana sudah pukul 11 malam. Mendengar hal itu pun kami menghampiri si “AA” angkot lagi dan bernego kembali ane bilang aja ke “AA”nya “A” bisa tuh masuk sampai ke dalam kita tambahn 100 deh “A’ gimana…? Si AA pun berpikir dan tak lama kemudian langsung meng”iya”kan untuk mengantar kami dan akhirnya kami pun tak harus berjalan kaki sejauh 10 km atau menunggu  pagi untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan. Medan yang kami lalui sangat berat dengan jalan yang sempt dan banyak yang rusak ( lebay dikit lah ya) apalagi dengan menaiki angkot tua yang di tanjakan saja selalu ngeden… hahaha
Jalanan yang kami lalui memasuki area hutan hutan,dan jalanan berliku sempat kami berhenti karena terlihat jalan di depan tidak dapat di lewati dan terlihat si sopir mulai lelah, dan kami pun semua turun untuk mengecek apakah jalan di depan masih bisa di lewati atau tidak ternyata masih bisa di lewati kami pun memotivasi (memasmansi agar si”AA” kembali mengantarkan kami) yakali jalan bos masih jauh juga ke dalam, dan dengan semangat yang kami berikan si “AA” pun kembali mengantarkan kami sungguh baik hati sekali dia… hahaha.
Perjalanan pun dilanjutkan sampai kami memasuki perkampungan penduduk dan kami berhenti di sebuah rumah warga yang dimana ada beberapa anak muda (pemuda desa) sedang nongkrong disitu, kami pun keluar dan bertanya “punten A kalua ke gunung parang masih jauh teu” kata para pemuda itu “deket lagi lah A 3 km lagi ini tinggal naik terus,habis itu turun udah sampai” namun raut gelisah dan kecapain menghinggapi si “AA” sopir sepertinya dia sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan perjalanan dan juga kami pun khawatir dengan kondisi mobilnya takut ga bisa nanjak soalnya tanjakannya lumayan… hahaha
Setelah berdiskusi dengan sang sopir kami pun sepakat untuk berhenti menggunakan jasa sopirnya sampai di sini,kami pun menurunkan barang2 dan salah seorang pemuda tadi menghampiri kami dan menawarkan kami untuk istirahat sejenak. Lalu kami sempat mengobrol dengan beberapa pemuda itu, dan pemuda  harapan bangsa ini menawarkan untuk mengantarkan kami menuju ke gunung parang, lalu kami pun menanyakan berapa ongkos nya “A” para pemuda tadi pun bilang seikhlasnya aja “A”. dan kami pun menerima tawaran tersebut, kami pun di antarkan dengan mobil pick up milik warga sekitar sampai di pintu masuk gunung parang.
Perjalanan gelap dan jalanan menanjak lalu menurun kami lalui dan akhirnya taraaaa kami pun tiba di pintu gerbang gunung parang.
Gunung parang 00.30 WIB
Setelah menurunkan barang dari mobil dan memberikan ongkos pick up kami pun, di ajak bertemu dengan abah (ane lupa namanya nanti kalua anggota bajs lain ingat tolong di komentarin ya.. hehehe),kami pun di ajak masuk ke dalam sebuah komplek yang bentukan nya sudah di percantik seperti layaknya desa wisata lengkap dengan saung2 sebagai tempat menginap dan pendopo maupun lapangan luas untuk mendirikan tenda. Dikarenakan kami semua sudah lemas tak berdaya karena ngantuk kami pun langsung mendirikan tenda setelah mengobrol2 dengan si abah di sebuah warung makan. Tenda pun di keluarkan dari cariel satria dan beberapa menit kemudian tenda terpasang dan setelah tenda terpasang kami malah tak bisa langsung tidur,kami malah asik mengobrol terlebih dahulu sambil di temani kopi… hahaha
Waktu dan keadaan tubuh jualah yang memaksa kami perlahan terlelap sbeelumnya ane menyuruh mas edo untuk memasang alaram di karenakan kami esok akan main veratta pagi hari sebelum sunrise,dengan harapan dapat melihat matahari terbit saat melakukan perjalanan mendaki,namun harapan itu tinggalah harapan di karenakan kami semua tidak ada yang bangun (padahal mas edo udah menyirami kami dengan tetesan air).
MInggu 2 Oktober 2016 Base camp gunung parang 07.00 WIB
Satu persatu dari kami pun bangun, tidak lupa ritual pagi kami lakukan (menyabangi toilet tau kan mau ngapain), setelah beres melakukan segala ritual pagi hari kami menuju meet point sebelum pendakian yaitu warung yang tadi malam kami singgahi, di sana kami bertemu dengan guide kami (lupa lagi namanya siapa) dan beberapa rombongan dari Jakarta di sana kami memakai bodyharness yang akan di gunakan untuk melakukan via veratta. Setelah semua peserta dan juga grup kami selesai memakai harness kami pun melakukan pendakian menuju titik awal via veratta,perjalanan menuju titik awal tidaklah sulit karena sudah ada anak tangga menuju sana, namun cukup terjal (samalah kira2 kayak waktu ke sikunir dieng). Namun yang bikin peralanan ini cukup berkesan adalah banyaknya nyamuk karena kami juga melewati kebon2, setelah melangkah sekitar setengah jam kami pun sampai di titik awal pendakian dari titik pendakian ini kami mulai di brefing dengan “A” guidenya bagaimana cara melakukan via veratta dengan aman dan nyaman dan tak lupa berdoa tentunya.
Dari atas sini kita dapat melihat pemandangan waduk cirata dan jatiluhur yang sangat keren guys, perlahan kami pun mulai menaiki tangga besi sambil mengkaitkan harness di kawat baja (sling) di butuhkan tenaga dan pikiran yang focus karena memindahkan sling sambil menaiki anak tangga di ketinggian tidaklah mudah apalagi jika melihat ke bawah dengan pemandangan yang bisa bikin gemetar. Awalanya sih kami semua masih enjoy karena jalurnya masih aman hanya naik lurus saja,namun lama kelamaan jalurnya berubah menjadi ekstrim mulai berbelok dan menyempit. O iya tak lupa juga kami mengambil foto selama perjalanan sayang kan kalua ga di dokumentasikan. Perjalanan menaiki anak tangga kami tempuh kira2 3 jam karena kami banyak berhenti untuk berfoto… hahhahaha (waktu tempuh berbanding lurus dengan seberapa banyak foto yang di ambil).
Perjalanan menuruni gunung tak kalah ekstrimnya guys,malah menurut ane perjalanan turun menjadi hal yang sangat mendebarkan dan menyiutkan nyali (lebay yak). Tapi sumpah dah turunnya serem banget, kita harus turun kayak turuni tanggga bamboo gitu kaki ane sampe gemetar,dan turunnya pun lebih membutuhkan perjuangan dek…… dengan sabar kami menuruni satu persatu anak tanggga sambil membuka dan mengaitkan kembali harness ke sling. Akhirnya titik akhir pun terlihat rasanya lega banget dan akhirnya sampai juga kami di bawah. Dan saatnya menuju warung untuk menikmati segels es teh yang dapat mengademkan dan mengusir dahaga. Yuk cusk e warung guys sesampainya di warung kami semua sudah kayak sapi yang di gelonggong. Buset berapa gelas es the pun tersikat dan juga beberapa botol air mineral (rasanya kayak lw lagi dipadang pasir terus nemu air). Tak lupa kami pun beristirahat sebentar di warung sambil menunggu rombongan barengan kami tiba di warung, selang beberapa lama rombongan tersebut tiba.
Warung base camp 12.00 WIB
Udara siang yang panas saat iitu membuat perut gemetar cacing2 di perut mulai bergejolak, untung saja warung tersebut pun menjual makanan  berat kami pu memesan 6 porsi ayam goreng,tahu,temped an lalapan segar khas sunda. Beberapa menit kemudian tersajilah pesanan kami satu bakul nasi hangat dengan 6 porsi yang terdiri dari ayam,tahu dan tempe goreng serta lalapan (langsung sikat bray), mantaplah ini bray makan siangnya celetuk ane apalagi di tambah dengan sambel yang dapat menggugah rasa.
Tenda 14.00 WIB
Setelah makan rasanya tak bisa lagi berdiri,perut terasa berat euy (pengennya sih balik ke jakartanya besok senin aja) namun bagaimana pun jga kita harus balik karena esok senin dan harus mulai bekerja kembali… wkwkwkw. Dengan niat dan tenaga tersisa kami pun kembali ke tenda dan mulai beberes dan Mandi untuk bersiap pulang,satu persatu barang di kemasi dan Mandi. Setalah selesai mandi dan berkemas kami pun bersiap pulang, karena sudah mulai sore dan tidak lagi memungkinkan untuk naik kereta pulang ke Jakarta kami pun memutuskan untuk naik bus menuju Bekasi, ane pun bilang ke mang Dadang (pemilik pickup yg biasa mengantar jemput wisatwan dari dan menuju gunung parang dan juga merupakan pengelola) dengan ongkos 200rb kami pun di antar ke ciganea (tempat untuk menunggu bus) perjalana pulang kami keren bray pickupnya mang dadang ada karpet dan tenda nya berasa kayak lagi pawai gitu dah,kurang ada Kasur ma bantal aja nih (hehehe). Perjalanan menuju Ciganea kami ditemani hujan yang jatuh dengan derasnya. Mang Ddang ini orangnya baik dan juga ramah,waktu kami melewati sebuah minimarket yang biasa orang sebut alfamart di situ kan ada tukang gorengan mang Dadang pun berhenti sejenak untuk membeli gorengan (kami pikir gorengan itu hanya untuk dia ternyata kami juga di belikan toh). Perjalanan dari gunung parang sampai Ciganea di empuh kurang lebih selama 1,5 jam.
Ciganea 16.00 WIB
Ssesampainya di Ciganea kami menunggu bus yang akan membawa kami ke Bekasi kami ga turun dari pickup karena hujan deras,selang beberapa menit bus yang kami nantikan muncul juga,bergegaslah kami menaiki bus ekonomi AC alam itu,ya tau sendirilah bagaimana keadaan bus ekonomi di negeri ini,perjalanan Purwakarta – Bekasi di tempuh kurang lebih 2 jam, dengan ongkos yang sangat murah 10rb per orang, selama di bus kami tidak banyak mengobrol karena udah capek kami pun banyak tertidur (tau2 nyampe Bekasi).
Terminal bus Bekasi 16.30 WIB
Bus pun tiba di terminal Bekasi namun ini bukanlah tujuan akhir kami,karena sampai Bekasi bertepatan dengan jam makan malam dan perut mulai keroncongan mulailah kami mencari makan,namun bukan makan di sekitar terminal kami malah makan di stasiun Bekasi karena memang saya dan edo harus naik krl ke Tangerang begitupun koh anes yang harus ke stasiun kranji dan satria om yudi yang menyimpan motor di stasiun beksi, dan om bayu yang harus naik ojek (sebenarnya sih gada masalah mau naik dari mana juga). Dengan menggunakan angkot merah nomor 15 kami pun berangkat ke stasiun, sesampainya di stasiun kami pun makan nasi uduk di depan stasiun yang rasanya lumayanlah kami pun memesan lauk sesuai selera, setelah makan kami pun berpisah ane,edo,anes menuju dalam stasiuun sedangkan satria dan om yudi menuju penitipan motor dan om bayu memesan gojek.
Itulah perjalanan singkat kami ber 6 para pria keceable yang berjibaku menikmati keindahan alam gunung parang. Nantikan episode perjalan the bajs lainnya hanya di channel blog saujanasemesta.blogspot.com (kalau udah punya alat canggih pengen juga sih bikin vlog gitu)… hehehe.
Tetaplah menikmati keindahan alam dengan tak lupa menjaganya karena alam bukan hanya milik kita namun juga milik generasi mendatang cheerssssss.

Rincian biaya perjalanan
Tiket kereta St Jakarta kota – cikampek : 5 rb/orang
Sewa angkot Cikampek – Cihuni              : 300 rb
Sewa pickup cihuni sampai gerbang      : 100 rb ( tadinya di kasih 50 rb tapi katanya kurang)
Via veratta                                                : 170 rb/orang (biaya admin 20 rb,via veratta 150 rb)
Makan siang + snack dll                           : 180 rb (Total)
Ongkos pickup Cihuni – Ciganea            : 200 rb
Bus Purwakarta – Bekasi                         : 10 rb/orang

Mordenit Banyuurip PM 

Jumat, 11 Agustus 2017

Menuju Puncak Suroloyo


Tanggal 14 Januari 2014 kami para anggota inti the baj & the keple kompeni pergi untuk survei tempat perkemahan di bukit suroloyo kabupaten Kulon Progo. Kami janjian berangkat pukul 9 pagi,ya tapi dikarenakan kami ini orang – orang selow jadi molor deh berangkatnya jadi jam 10 pagi. Yang semula akan berangkat dari rumah ane jadi dipindah karena si edo bado minta di jemput,alhasil kita semua menuju rumah edo bado,dan ane pun berangkat dan ternyata di rumah edo bado sudah ada mba peppy dan satria yang sudah sampe duluan di sana.
Kita tak berlama – lama di rumah edo setelah menyantap beberapa buah rambutan yang ada di meja kita pun langsung berangkat menuju puncak suroloyo. Tapi di karenakan mba pep dan satria belum sarapan kita singgah dulu di warung lotek mbah – mbah di tukangan dekat rumah edo. Langsung saja mba pep dan satria memesan nasi pecel dan lotek,dan saya edo memesan teh anget manis mereka berdua memesan es teh. Ya kira – kira satu jamman lah kita di warung lotek itu.
Waktu menunjukkan pukul 11.00 pagi kami langsung menuju ke puncak suroloyo, dan rute yang kami lalui yaitu tukangan,lalu belok kiri melewati raminten,dan lurus menuju godean lalu melewati kalibawang, dan menyusuri jalan arah sendang sono. Memasuki wilayah godean mata kami di manjakan oleh pemandangan yang indah kiri kanan terhampar persawahan yang hijau dan di tambah jalanan yang sepi semakin membuat perjalanan semakin asik. Sekitar satu jam perjalanan di wilayah godean ane dan edo melihat plang bertuliskan makam keluarga besar Universitas Atma Jaya dan kami pun terkejut, ternyata ada ya makam keluarga besar kampus kami.
Selain melihat sawah kami pun melewati kali progo yang pemandangannya tak kala bagus dengan deretan persawahan tadi. Memasuki kalibawang motor ane si puspa motor kece ane mengalami kendala dan ternyata setelah di cek puspa mengalami ketuban bocor ( ga lah maksudnya ban kempes ) langsung saja ane dan edo mencari tempat pemompaan ban ya sekitar berjalan beberapa meter kita menemukan si abang – abang pompanya. Langsung saja si puspa di beri suntikan angin untuk menambah gairah hidup. Perjalanan pun di lanjutkan kembali, tapi sekitar beberapa kilometer ane merasa janggal dengan si puspa kenapa ban belakangnya jadi semakin goyang,dan ternyata si satria gayo memberitahu bahwa ban si puspa kempes lagi. Ah ternyata si puspa tidak mengalami ketuban bocor tapi ketubannya sudah pecah ( bocor alus ). Untuk mengurangi resiko dan biar si puspa tidak ngambek ane jalan pelan – pelan sambil mencari bengkel yang buka. Melewati belokan sendang sono di kanan jalan ada bengkel yang buka langsung saja ane berhenti dan menyakan keluhan ke abang – abang bengkelnya.
Ya sebenarnya kondisi pecahnya ketuban puspa udah sering ane alamin,entah ini kejadian yang keberapa kalinya. Langsung aja ane berpikir dari pada di tambal – tambal lagi ntar bocor lagi mending aja sekalian ganti ban dalamnya. Setelah menanyakan harga ban ke abang -  abangnya langsung si puspa mulai di telanjangi ( maksudnya ban belakangnya mulai di bongkar ). Ya perlu menunggu beberapa menit lah sampai kelar pemasangan bannya. Dan ternyata didepan bengkel itu ada pondok durian,hemmmm pantes aja dari tadi ni idung nyium aroma duren,ah tapi sayang duriannya masih banyak yang belum masak dan masih setia mereka nangkring di pohon. Ya ga bisadeh ngicip – ngicip durian pas lagi nunggu si puspa ganti ban. Tak berapa lama motor ane selesai di perbaiki,lalu kami pun melanjutkan perjalanan, selang 1km an mba pep dan satria berhenti di warung bensin eceran untuk ngasih si parjo minum,ya mungkin si parjo haus o iya parjo tuh nama motor nya mba pep ( alay ya kita pake ngasih – ngasih nama motor segala....hahahaha ).
Dan ane pun juga ikutan memberikan puspa minum, sambil berbincang – bincang dengan ibu – ibu yang punya warung, kita berbincang menanyakan kapan musim durian di sini dan kalo kata ibunya sih baru bulan depan soalnya minggu – minggu ini hujan terus jadi duriannya males mau jatuh dari pohon takut dingin. Setelah membayar bensin lalu perjalanan kami lanjutkan kembali, kali ini medan yang dilalui untuk sampai ke puncak suroloyo cukup menantang dengan tanjakan tajam dan belokan – belokan curam.
Parjo dan puspa pun harus berjibaku melewati tantangan ini, ya sekitar 45 menit an dari tempat isi bensin tadi kita akhirnya tiba di puncak suroloyo. Langsung saja kita menuju parkiran motor untuk memakir motor tentunya. Kami parkir tak jauh dari tangga menuju puncak suroloyo, setelah memarkir motor perjalanan kami lanjutkan menuju puncak suroloyo dengan berjalan kaki, dan ternyata di depan kami sudah menanti ratusan anak tangga dengan tinggi dan sudut yang ekstrim untuk kami taklukan. Sebelum menaiki anak tangga satria bilang ayo kita itung jumlah anak tangganya ada berapa,kalau menurut yang dia baca itu ada sekitar, aduh berapa ya ane juga lupa ma yang di bilang satria....hehehehe. Dan kami masing – masing pun menghitung anak tangga dari bawah sampai ke puncak. Kalau hasil itungan ane sih 245 anak tangga,tapi satria ngitung hasilnya beda ma ane ya udahlah ya ga penting juga.
Sampai di puncak ternyata di sana ada kayak semacam pendopo gitu untuk melihat pemandangan dari atas puncak. Ya pemandangan yang oke banget dari atas puncak kita bisa melihat gunung merapi, merbabu, sumbing dan sindoro menjulang gagah. Dan candi borobudur pun bisa terlihat dari atas puncak suroloyo.  Setelah puas menikmati keindahan puncak suroloyo dan memandangi kota Magelang kami pun beranjak pulang,kembali kami menuruni anak tangga.
Tapi ternyata cuaca sedikit mendung lalu kami memutuskan untuk singgah sebentar di warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Lalu kami memesan makanan dan minuman masing – masing saya memesan indomie rebus telur dan es teh, lalu edo memesan es teh dan kacang atom, mba pep mesan es teh dan makanan apa saya lupa, satria juga mesan es teh dan snack – snack gitulah. Kami semua menikmati pesanan kami sambil mengobrol – ngorol santai, ya mulai dari bergosip, membahas hal yang sedang trend sampai ke urusan percintaan hahahaha.
Ya kira – kira kami menghabiskan waktu sekitar 1,5jam di warung tersebut, dan ternyata cuaca kembali cerah dan langsung saja kami semua bergegas ke parkiran motor untuk menuju tujuan selanjutnya yaitu curug sidoharjo. Di parkiran kami bertanya kepada pemuda setempat dimana lokasi curug itu berada, lalu kami di kasih tau sama masnya katanya ikuti aja jalan pulang nanti ketemu pertigaan yang ke tiga langsung belok kanan. Oke kami pun langsung berlalu dan tak lupa bayar parkir dulu. Di perjalanan ane dan edo mengobrol tentang indahnya pemandangan yang ada di sekitar sini,dan sesekali di selingi tentang obrolan lain. Menit pun berlalu kami semua masih berjalan menuruni jalanan yang berkelok ini dan setelah melewati beberapa pertigaan sampailah kami di pertigaan yang ke tiga yang di maksud pemuda setempat tersebut. Setelah lama menyusuri jalan lalu kami memutuskan untuk kembali bertanya kepada penduduk setempat, ya karena kami ragu – ragu kok dari tadi ga nyampe – nyampe lalu bertanya kepada seorang bocah. Dan tersebut pun memberitahu “ o dari sini lurus aja mas,nah nanti ada masjid belok kanan ikuti aja jalan setapak yang ada di sebelah masjid nah air terjunnya di situ” oke kami pun langsung bergegas berjalan menyusuri jalan,dan tak lama berselang kami menemui masjid dan ternyata ada plang penunjuk ke arah curug.
Langsung saja kami belok kanan ke arah masjid,dan di situ kami sempat kebingungan karena ga ada jalannya dan kami pun metuskan untuk bertanya pada seorang bapak tua yang kebetulan berada di masjid itu. Lalu kata si bapak tua itu,” o masnya ngikuti jalan ini aja nanti ada parkiran parkir di situ saja” oke pak imbuh kami. Dan kami pun berjalan menyusuri jalanan setapak,kami seperti memasuki wilayah hutan karena kanan kiri kami banyak pohon – pohon berasa kayak lagi bertualang di dalam hutan gitu, Cuma kurang motor trail nya aja.
Dan tak lama berselang kami pun sampai disebuah rumah yang juga di jadikan sebagai tempat parkir,lalu kami pun di sambut oleh bapak tua sang pemilik rumah dan parkiran tersebut. Langsung saja kami menaruh motor kami untuk di parkir di situ,dan tidak lupa menanyakan jalan ke curug ke bapak tadi,kata si bapak “ ini ke arah timur nanti ada jalan turun ke bawah nah ikuti jalan itu aja nanati sampai ke curug deh” kata si bapak itu.
Oke tanpa berpikir panjang kami langsung mengikuti kata – kata si bapak tadi,kami menuju ke barat dan menuruni jalan yang ada di bawah. Waow perjalanan yang sangat menakjubkan kami seperti sedang menjelajah hutan, ini kayak di film – film gitu, setelah sekian lama berjalan tampak dari kejauhan sosok curug yang kami cari terlihat dan di sertai suara air yang mengalir cukup deras. Dan ternyata kami sudah dekat dengan curug sidoharjo setelah melewati jembatan kayu kami pun sampai. Mata kami takjub dengan keindahan curug sidoharjo waow curug nya tinggi mungkin tingginya kira – kira 30 meteran.
Kami pun seperti terbius dengan panorama curug sidoharjo ini,kayak di hidden paradise gitu sayangnya kami belum punya bendera jadi ga bisa deh ngikutin hidden paradise. Langsung saja kami menuju lebih dekat ke arah curug, yang pada hari itu berwarna coklat karena memang baru saja di guyur hujan. Air yang menyentuh tubuh ini seakan membuat segar,lalu ane, edo, satria, berpikir sayang nih udah sampai sini kalau ga nyemplung berasa kaga afdol. Langsung saja edo bilang udah sikat aja kita cawetan aja gapapa gada yang lihat ini.
Langsung saja kami bertiga dengan spontan membuka baju dan celana kami,dan hanya tinggal cawet yang membungkus diri ini ( hahahaha,lebai yak omongannya ). Dan kami bertiga pun langsung nyebur ke curug untuk menikmati segar dan dinginnya air curug sidoharjo. Waow dan ternyata benar men dingin banget airnya tapi segar, dan melihat kami terlihat senang bermain di curug, mba pep pun memtuskan untuk nyemplung juga ( byurrrr). Kami pun menghabiskan beberapa jam untuk bermain dan berenang di curug. Dan waktu pun menunjukkan pukul 3 lewat karena kami nanti malam ada pertemuan dengan teman – teman yang lain kami pun memutuskan untuk mengakhiri perjalanan kami dan kembali ke Jogja.


TAMAT        

Sabtu, 15 Juli 2017

Lombok Surga Dunia yang Ajib

Hay bajs ane mau cerita tentang pengalaman ane waktu menginjakan kaki ke pulau lombok,ya pulau yang sering dibilang sebagai kembarannya pulau Bali. Waktu itu pertengahan tahun 2012 kira2 bulan juni,ane bersama 2 rekan teman pergi berpetualang ke pulau lombok,ya ini dadakan sih sebenarnya dan sedikit nekat karena dari kita semua yang pergi belum ada satu pun yang udah pernah ke Lombok. Oiya personil yang pergi ke lombok ada ray, yohanes alias cukong, dan ane denit. Setelah mencari tau akses untuk ke lombok dan mencari tempat obyek2 wisata yang keren di lombok,tetapnya lusa kami pergi ke lombok. Perjalanan ke lombok kami tempuh dengan menggunakan kereta menuju Banyuwangi terlebih dahulu,kami naik kereta sri tanjung dari stasiun lempuyangan pukul 08.00 WIB waktu itu sih harga tiketnya hanya 35rb gatau deh klo sekarang. Kami janjian di Lempuyangan yg pertama tiba di stasiun adalah si ray,disusul ane dan si cukong mengikuti dibelakang.
            Setelah semua berkumpul kami pun bergegas menaiki gerbong kereta lupa ane dulu kami di gerbong berapa,soalnya udah lama banget kejadiannya...hehehe. dan tepat pukul 08.00 kereta pun bergerak manapaki rel2 yg penuh beban menopang roda dan beban gerbong yg berat ini, setelah memasuki stasiun Kleten alias Klaten ada insiden yg tak terduga di dalam kereta,ya petugas kereta mendapati seorang penumpang tak bertiket ada diatas gerbong,langsung saja petugas sigap dengan menurunkan paksa orang itu di tengah sawah setelah stasiun Klaten entah dimana itu lokasinya pokonya hanya ada sawah kering dan semak belukar,namun si penumpang ini tidak terima di turunkan dan ia mengambil batu dengan niat melemparkannya ke arah jendela kereta dan dengan sigap kami bertiga menunduk karena lemparannya tepat di depan jendela kami untuk saja tidak ada yg terluka. Setelah itu kereta kembali melanjutkan perjalanan,o iya kondisi  kereta ekonomi waktu itu tidak seperti sekarang yg sudah ber ac dan tidak ada penjual yg sewileran waktu itu disepanjang perjalanan kami dihibur oleh teriakan pedagang asongan yg mondar mandir menawarkan dagangannya. Bagi kami sih itu sangat membantu jika keadaan lapar kami tinggal membeli saja dagangan mereka hehehehe.
            Sore menjelang malam kami memutuskan untuk berjalan – jalan menyusuri lorong kehidupan eh maksudnya lorong kereta ding, dengan niat mencari obyek yang bening ( tau dong maksudnya apa obyek yang bening itu ),sampe digerbong paling belakang kami melihat ada sekelompok pemudi tampaknya mereka ingin naik gunung kalau dilihat dari dandanannya sih. Lalu saya memberanikan diri untuk mendekati gadis itu jreng jreng setelah melakukan beberapa speak speak gokil akhirnya terjadilah percakapan diatas kereta itu dan tak lupa saya mengajak kedua teman saya untuk bergabung dengan para gadis2 ini untuk berbincang malam di atas kereta namun saya lupa nama gadis itu siapa dan mereka hendak berlibur ke lombok dengan tujuan gunung rinjani. Tak lama berselang dari kejauhan saya melihat segerombolan lelaki yang sayasepertinya saya kenal salah seorang diantaranya setelah saya mendekat ternyata dia adalah teman saya,teman di perkumpulan mahasiswa Toraja Yogyakarta waktu itu bertemu diacara ibadah bersama di asrama,namanya bang deni, bang deni bersama 3 rekannya ingin berlibur ke dataran tinggi ijen,jailah kami ngbrol – ngbrol bersama di dalam kereta bersama rombongan gadis – gadis tadi.
            Pukul 20.00 kira – kira saya,ray,cukong, pergi ke gerbong restorasi karena lapar, saya dan ray memesan indomie rebus dengan telur dan secangkir teh anget,sedangkan cukong memesan kopi itam panas,suasana gerbong restorasi rame lancar ( yakelah kayak jalanan aja rame lancar ),maksudnya mah suasana di sana rame dengan banyak orang yang berkeliaran dengan di temani alunan lagu dangdut jadilah kami semua yang ada disitu menikamati malam dengan ceria.
            Pukul 22.00 kereta tiba di stasiun banyuwangi baru, ane,ray,cukong, pun turun karena ini adalah stasiun terakhir sebelum kami menyebrang ke pulau bali. Karena kami tiba di sana sudah terlalu malam maka kami memutuskan untuk menyebrang ke bali esok pagi oiya kami disini masih bersama dengan rombongan bang deni,sementara rombongan gadis pejuang rinjani itu berpisah dengan kami di stasiun ini mereka memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan ke lombok. Kami pun beristirahat sejenak di warung yg tak jauh dari stasiun sambil memesan kopi dan menikamti gorengan for information aja nih gorengan di warung ini enak lho sampe kami semua ngabisin gorengan yang ada. Yang punya warung juga ramah dan sudah terbiasa sepertinya menerima gembel2 wisata ( klo bahasa kerennya sih backpackper.... hahahaha ). Kami pun ngbrol2 sama ibu yang punya warung dari mulai situasi di sekitar stasiun dan pelabuhan ketapang yang banyak banci nya dan situasi pelabuhan yang banyak premannya sampe banyak nya tukang tipu terutama kalau ditawari ojek jangan mau karena nanti bisa dikenakan harga yang mahal dan berbagai hal menarik lainnya. Setelah lama mengbrol kami dan rombongan bang deni mencari tempat untuk tidur kalau kata ibunya sih ada penginapan murah di belakang masjid yg tak jauh dari warung,namun karena bugjet kami pas2an dan klo udah terlanjur mau di pake untuk di lombok maka kami semua memutuskan untuk mencari hamparan tanah,akhirnya kami memutuskan untuk tidur di depan teras rumah orang yang dekat dengan pelabuhan namun tas kami kami titipkan di dalam rumah yang punya,malam itu pun kami tutup dengan tidur beralaskan koran dan beratap teras rumah orang....hahahaha
            Pukul 05.00 suara kokokan ayam dan dinginnya angin membangunkan kami dari tidur yang panjang ini ( lebay banget yak )...... saya,ray dan cukong memutuskan untuk membeli tiket pulang dulu dari banyuwangi menuju jogja karena takut tak kebagian tiket. Setelah membeli tiket kami kembali ke rumah itu dan mengetuk pintu rumah untuk mengambil tas untuk melakukan persiapan menuju lombok. O iya karena rumah ini dekat dengan pos polisi dan pos polisi ini ada toiletnya jadi kami numpang bersih2 badan di sni nih... hehehe
            Pukul 06.00 kami berpisah dengan rombongan bang deni karena mereka mau ke ijen dan kami melanjutkan perjalanan menuju Bali,sebelum ke Lombok. Langsung aja kami menuju loket pembelian tiket waktu itu harga tiket penyebrangan Jawa – Bali Cuma 6ribu saja,perjalanan Jawa – Bali cukup singkat kok Cuma 45 menit aja namun guys cuaca ketika itu tidak bersahabat ombak tinggi sampai air laut masuk ke dalam dek kapal kami pun berguncang2 selama di perjalanan,namunkami menikmatinya. Oya sebelumnya saya bertemu dengan rombongan anak ekonomi UAJY sebelum masuk ke kapal mereka akan melakukan darmawisata ke Bali,saya ketemu dengan Janet dan Siska teman di UKM dulu....hahaha
            Pukul 07.00 welcome to dewata island setelah sempat terombang ambing di laut karena kapal susah untuk bersandar didermaga,dikarenakan ombak yg tak bersahabat akhirnya kami tiba di Bali Island. Oiya untuk yg mau ke bali harus bawa ktp ya karena di pintu keluar pelabuhan ada pemeriksaan ktp. Setelah kami keluar area pelabuhan Gilimanuk kami pun berunding sebentar mau naik apa untuk lanjut ke padang bai ya padang bai adalah pelabuhan untuk kita dapat menyebrang ke pulau Lombok.  Karena kita kalau di Bali harus hati2 karena disini rawan dengan aksi tipu2 lah iya orang tarif angkutan umum di Bali ga tetap ko bisa berubah2 dan harga nya bisa berbeda dari tiap orang karena tarif disini tergantung dari kesepakatan. Sempat di pelabuhan kami ditawari oleh berbagai sopir angkutan,untuk menuju denpasar tapi kami tak cocok dengan harganya,dan ada sopoir yg maksa untuk kami ikut dengannya namun si sopir itu tak mengantarkan kami ke padangbai,ya padang bai adalah tujuan kami selanjutnya sebelum menyebrang ke lombok. Namun si sopir malah mengusulkan kami di anter ke jembrana katanya si sopir disana banyak angkutan yg menuju padangbai karna klo dari pelabuhan angkutan yg langsung ke padangbai sudah tidak ada jika pagi hari,ehm sih tidak begitu saja menerima tawaran si sopir ini udah ga tau tempatnya bisa aja kan nanti kita malah terlunta – lunta di jembrana...hahaha
            Akhirnya kami memutuskan untuk mencari tumpangan truk saja,karena ingin mencoba pengalaman baru dan ingin mengirit biaya hehehehe. Ya kami pun berdiri mencegat truk yg lewat berharap ada pak sopir yg baik hati mau mengantarkan kami.... namun ternyata susah juga ya nyegat truk itu ada yg mau tapi ga sampai ke padang bai, terik panas Bali mulai menyengat dan kami masih di area pelabuhan untuk mencari tumpangan sampai saking prustasinya kami ga dapat – dapat tumpangan truk mobil pun kami cegat tapi gada yg mau berhenti,mungkin di kira gembel kali ya kami...hahaha. samapai bus atma yg kami temui di banyuwangi lewat dan kami setop juga doi ga mau berhenti,sombong banget nih padahal kite kan juga anak atma....hehehe
            Setelah menunggu 3 jam lamanya kira – kira jam 10.00 WITA kita dapat truck yg mau di tumpangi,namun truck ini hanya sampai denpasar saja,ya kami pun berpikir gpp lah sampai denpasar juga yg penting segera cabut dari pelabuhan. Kami bertiga pun duduk di depan saya dan pak kernet di depan,dan ray cukong di kursi belakang,dan tas kami semua di belakang box, si ray dan cukong harus duduk bersempit – sempit ria...hahaha. kata bapak sopir perjalanan gilimanuk – denpasar di tempuh dalam waktu 6 jam perjalanan maklum kan kita naik truck jadi lebih lama,si bapak sopir ini asik untuk diajak bicara dan dia baik juga kita di traktir makan ma dia awalnya kita mau di traktir babi namun warung babi nya tutup...hehehe. dan si bapak sopir ini banyak bercerita tentang Bali,kalau di Bali harus hati2 karena di sini kurang nyaman untuk pendatang dan agak bahaya,dan tetap apa yg di omongkan oleh si bapak sopir seperti apa yg kami bayangkan,dan seperti pengalaman yg di dapat si ray dan cukong yg tahun lalu pergi ke Bali, so buat kalian yg mau ke Bali hati2 apalagi kalau kalian backpackeran. Dan di perjalanan kami bercerita dengan si bapak sopir yg ternyata juga pernah nyupir dari jawa menuju flores.
            Kira – kira pukul 16.00 kita sampai di denpasar kami di turunkan agak jauh dari terminal ubung,karena kata si pak sopir kalau kita di turunkan di depan terminal ubung kita akan langsung di serbu oleh calo2 yg berkedok preman. Setelah turun kami pun memutuskan untuk mencari angkutan ke padang bai di luar terminal saja karena jika masuk kami malas berurusan dengan calo2 dan preman. Ya buat informasi aja nih buat kalian yg ke Bali dan turun di terminal ubung waspada aja kalau turun dari bus, karena akan banyak calo2 yg akan menarik – narik anda untuk masuk ke dalam angkutan lainnya dan mereka pun memaksa. Setelah menunggu 1,5 jam kami tidak dapat angkutan yg menuju padang bai karena angkutannya penuh semua, setelah berapa lama kami di hampiri angkutan umum berwarna biru si bapak sopir menanyakan kami mau ke mana,kami bilang saja mau ke padangbai pak,si bapak sopir ini mau mengantarkan kami namun dengan harga yg sangat mahal,kami pun menolak karena terlalu mahal harganya dan ga bisa ditawar. Namun si bapak sopir ini tetap menunggu kami dan sedikit memaksa untuk kami naik ke angkutannya,si bapak malah bilang ayo naik dek ini saya mau ada upacara adat ( dalam hati ya udh pak kalau mau upacara pergi aja,kami juga mau nunggu angkutan yg lain kok ) dan dengan muka kesal si bapak pergi meninggalkan kami namun selang beberapa menit si bapak kembali lagi dan tetap memaksa agar kami ikut dengannya. Kami pun menolak,kira – kira menunggu 1 jam kami di hampiri lagi oleh angkutan yg menanyakan tujuan kami mau ke mana kami bilang ke : padang bai pak “, si bapak pun berkata kalau jam segini udah gada angkutan yg ke padang bai kalau mau ke padang bulan saja di sana masih ada angkutan menuju padang bai, karena takut ketipu kami pun berdiskusi dulu dan mencoba mencari di internet apakah ada angkutan dari padang bulan ke padang bai,menurut mbah google sih ada oke dan kami pun memutuskan untuk naik karena sudah terlalu lama kami menunggu di pinggir jalan,namun kami pun bernego dulu sama si sopir angkot tentang harga ke padang bulan, setelah mencapai kesepakatan dengan sopir kami pun naik.
            Perjalanan menuju padang bulan di tempuh dalam waktu 25 menit, dan kami pun turun dari angkutan, dan sampai di padang bulan kami pun harus berurusan dengan calo lagi yg seakan – akan menatap kami sebagai mangsa empuk, kami pun berulang kali harus menolak calo2 itu yg walaupun di tolak tetap saja memaksa,  tak lama berselang kami di hampiri sopir angkutan yg kali ini baik hati kepada kami dan dia ramah,dia turun dan bertanya kepada kami mau kemana dek, kami jawab saja padang bai pak,o ya udah ayo naik dek saya juga mau ke padang bai, kami pun bernego harga,setelah nego harga yg cukup alot di sepakati bahwa harga yg harus kami bayar adalah 25 ribu per orang,namun si sopir bilang kepada kami adek tunggu dulu saja di dalam gang sana,nanti saya jemput di situ tapi kalau ocalo yg tadi tanya,bilang saja sudah dapat angkutan kalau di tanya berapa harganya bilang saja lebih rendah dari harga normal,” oke siap pak kata kami “,dan benar saja ketika sudah bernegosiasi dengan si pak angkot, si calo itu datang lagi menghampiri kami,dengan muka yg seram dan tatap mata yg tajam,dia pun bertanya berapa ongkos kami bilang saja 15 ribu, dan ketika angkot nya datang kami pun langsung bergegas naik,dan si calo ini marah2 dengan pak sopirnya dengan bahasa Bali,dan kami pun bertanya dengan pak sopir itu kenapa si bapak2 yg tadi marah2 pak..? biasa dek ga dapat jatah dari saya,soalnya saya bilang saya Cuma di bayar ma adek harga pas,lah kok gitu pak kan bapak yg narik kenapa dia yg marah2....hahaha. si pak angkot berkata “ ya gitu dek kalau di sini,dia menganggap bahwa dia yg criin kita penumpang,ya namanya juga Bali dek “ oh gitu ya pak kita pun menjadi tau... hehehe. ( ini ane ga jelek2in orang sana ya bray tapi ini sesuai dengan apa yg ane alami dan ane temui di lapangan,yg perlu di ingat ga semua orang sana kayak gitu masih ada kok orang yg baik seperti bapak angkot ini,tapi kalian kudu tetap waspada kalau mau ke Bali ).
            Pukul 18.00 WITA kami sampai di padang bai, dan karena kelaparan kami pun memutuskan mencari makan. Di sekitar pelabuhan sedang berlangsung upacara di pura yg ada di area pelabuhan tersebut, dan di depan pura ada penjual nasi campur ( nasi babi ),langsung saja kami memesan nasi campur tersebut, porsinya lumayan kenyang dan harganya juga tak terlalu mahal cukup 13 ribu saja. Setelah makan kami pun istirahat sambil melihat upacara yg ada di pura,setelah itu kami pun berjalan menuju pelabuhan padang bai, namun karena kami tiba di situ sudah sore dan menjelang malam,kami memutuskan untuk menyebrang ke lomboknya esok pagi saja, dan bermalam di pelabuhan. FYI harga tiket Padang Bai – Lembar 36ribu dengan waktu tempuh 6 jam. Setelah menghitung waktu tempuh diputuskan kita akan menyebrang jam 03.00 supaya samapi di lobok masih pagi dan kita bisa mencari angkutan dengan mudah.Dan kami pun tidur di ruang tunggu pelabuhan yg keadaannya memprihatinkan dan sepi.  
            Tepat pukul 03.00 WITA kami menuju loket dan membeli tiket penyebrangan menuju lombok,kami pun naik ke atas kapal dan memilih tempat duduk,o ya di kapal ini juga ada ruangan untuk tidur dengan sewa sebesar 30rb sudah termasuk kasur,hehehe. Karena kami menuju lombok dini hari dan mata masih mengantuk kami memutuskan untuk tidur saja di karena masih 6 jam lagi kami sampai di lombok. Pukul 06.00 saya terbangun dan iseng untuk ke deck kapal,menikmati udara pagi di laut dengan hembusan angin,dan kilauan mentari yang mulai menyapa,sejuk sekali udara pagi ini dengan ombak yang tenang tak seperti ombak di selat Bali,katanya sih emang bulan Juni itu bulan yang bagus untuk ke Lombok naik kapal karena ombaknya lagi tenang dan cuacanya bagus.
            Tepat pukul 10.00 kapal bersandar di pelabuhan Lembar Lombok,dan kami pun langsung turun dari kapal dan, mencari angkutan untuk menuju kota mataram ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Barat,dan dengan tujuan Senggigi karena kami akan menginap di Senggigi selama di Lombok. Ssetelah mendapatkan angkutan kami pun naik,waktu itu kami naik angkutan carry,awalnya kami hanya ingin turun di ampenan lalu dari ampenan lanjut naik angkutan lagi menuju senggigi,namun si sopir ternyata bangke juga kami di anterkan menuju senggigi langsung ( enak sih jadi ga usah cari2 angkot lagi,namun si sopir langsung menembak dengan ongkos yang mahal dari tarif biasanya,dan kebetulan si sopir orang Bali bukan nya ane sensi nih ma orang Bali tapi pengalaman liburan ane ga menyenangkan mulu tiap ketemu orang Bali ). Ya udeh deh mau gimana lagi akhirnya kami pun langsung nerima gitu aja. Dan kami pun minta kepada si sopir untuk mengantarkan kami sampai mendapatkan penginapan baru dia boleh pergi. Akhirnya setelah muter2 nyari penginapan yang cocok dari sisi harga,kami menemukannya tidak jauh dari pantai senggigi dengan harga 110rb dengan fasilitas tempat tidur ac,kopi, ekstrabed,lumayanlah buat para gembel touring seperti kami ini. Sore itu kami pun menikmati jalan2 sore di senggigi dan esok pagi kami akan menuju gili trawangan. Ketika kami sedang berjalan2 di pantai senggigi kami di hampiri oleh nelayan yang menawarkan kami untuk menuju ke gili trawangan dan dua gili lainnya yaitu gili air, dan gili meno. Gili adalah sebutan untuk pulau kecil dalam bahasa Lombok, di sana pulaunya masih bagus karena tidak ada kendaraan bermotor,yang ada hanya sepeda dan cidomo ( delman dalam bahasa setempat ). Di  Gili  baik trawangan,Meno dan Air kita dapat bersnokling ria dengan alamnya yang masih asri. Oya si bapak tadi yang nawarin untuk mengantarkan kami ke Gili trawangan juga sudah termasuk sewa peralatan snorkling namun sayang si bapak tidak punya kamera under water jadinya kita tidak bisa memotret keindahan bawah laut Gili. Setelah mengobrol2 besok pagi kita bertemu kembali di senggigi untuk menuju Gili. Untuk perjalanan selama kami di Lombok nanti akan ane ceritakan per part ya di tunggu aja guys part selanjutnya.......... ( to be continued )

            Oya untuk liburan di Lombok banyak tempat wisata yang bisa kalian tuju,kalau di Lombok Barat ada Senggigi dengan pantai nya yang bagus, ada Gili ( Trawangan, Air, Meno),ada istana Air mayura di namada, bergeser ke utara ada Gunung rinjani, ke timur ada deretan pantai bagus seperti pantai Kuta ( jangan salah Lombok juga punya Kuta,yang lebih bagus dan masih sepi di bandingkan Kuta di Bali ), ada pantai Tanjung Aan ( yg menurut ane ini adalah pantai terkeren yang ane kunjungi selama di Lombok ), ada desa Sade ( desa wisata suku sade yg merupakan suku asli Lombok ). Dan masih banyak lagi,kalau mau lebih lengkap ya googling aja... jangan lupa berwisata ke Lombok dan nikamtilah alamnya,dan tetap merawat dan menjaga keindahan alam Indonesia ya guys....... 

  Kita berdua   Ketika kita tak tahu lagi harus melangkah kemana Ketika nahkoda tak lagi dapat menentukan arah kapalnya Ketika kusir...