Hallo bajs dan sobat ayo ngetrip udah lama ya blog ini tidak
menyapa pemirsa dimana pun berada. Kali ini the bajs mau ceritain pengalaman
saat ngetrip mendaki gunung dengan cara yang berdeba,yaps the bajs kali ini
akan mencoba via veratta cara lain dalam mendaki gunung,oya via veratta itu
berasal dari Bahasa italia yang berarti “ Tangga besi “ dan iyaps kita kali ini
mau mendaki gunung dengan bantuan tangga besi,dengan menggunakan body harness
ya mirip semacam wlak climbing gitu deh. Oya personil kali the bajs kali ini
ada Satria,mas edo ( yg kebetulan lagi ada interview kerjaan di Tangerang), dan
teman2 ayo ngetrip koh anes,om yudi,dan om bayu,dan ane mordenit. Sebenarnya
ada juga anggota cewenya namun mereka urung berangkat karena kesibukan masing2.
Hari sabtu 1 Oktober 2016 sore pukul 6 kami semua berangkat
menuju purwakarta tepatnya ke gunung parang yang berada di desa cihuni, kali
ini rombongan terbagi dua dengan meet point di stasiun Jakarta kota ane dan edo
berangkat dari Tangerang dan satria beserta lainnya berangkat dari Bekasi, ane
dan edo berangkat sekitar jam 2 siang dari stasiun Tangerang, dan tiba di
stasiun Jakarta kota pukul 4 sore, dikarenakan ane dan edo yang duluan dating
ya sudah kita pergi ke loket kereta untuk membeli tiket kereta menuju
purwakarta, sembari menunggu rombongan Bekasi tiba. Namun naas ketika ane dan
edo sampe di stasiun kota tiket yang menuju purwakarta sudah habis dan loket
pun sudah tutup. Namun kami di kabari dengan sesame penumpang yang mengantri
bahwa loket akan buka kembali pukul 5 sore untuk pembelian tiket purwakarta
selanjutnya, ya sudah terpaksa ane dan edo mengantri sambal menunggu loket di
buka kembali, karena jika di tinggal takut tak kebagian tiket lagi waktu itu
antriannya sudah membludak… hahahaha
Selang 30 menit lagi loket di buka koh anes alias cukong tiba
di stasiun kota dan menemui kami yang sedang mengemper ngantri tiket, lalu di
susul satria, om yudi, dan bayu selang beberapa menit kemudian. Tepat pukul 5
sore loket di buka ane dan edo pun bergegas berdiri dan perlahan maju
menghampiri petugas loket, namun kejutan yang kami dapatkan ternyata tiket
local jurusan stasiun purwakarta telah habis dan hanya tersisa tiket KA menuju
Cikampek, (FYI stasiun Cikampek masih dua stasiun lagi sebelum stasiun Purwakarta),
dikarenakan sudah mengantri cukup lama dan jika tak jadi berangkat kami merasa
malu ya sudah tanpa piker panjang kami pun membeli tiket menuju Cikampek,sesuai
dengan prinsip ane setiap perjalanan mempunyai ceritanya masing2 untuk itu
perjalanan yang berubah menjadi ke cikampek terlebih dahulu kita nikmati saja,
walaupun kami semua juga tidak tahu dari cikampek nanti akan menggunakan apa
menuju desa Cihuni hahahaha, ya nikmati saja bos urusan nanti di piker nanti
lah. Setelah tiket di tangan kami pun pergi ke area dalam stasiun dan duduk
istirahat di dalam sambal menunggu jam keberangkatan kereta yang sesuai jadwal
berangkat pukul 6 sore.
Waktu
menunggu itu kami habiskan untuk bercerita dan berfoto2, tepat pukul 6 kurang
15 menit kami masuk ke dalam peron kereta dan menuju gerbong kami sesuai dengan
yang tertera di tiket kami berada di gerbong 2, dan mencari no kursi kami
sesuai dengan yang ada di tiket, namun karena ini kereta local nomor kursi dan
gerbong yang ada di tiket hanyalah pajangan (hahaha), karena sesampainya di
dalam kami boleh duduk bebas tidak sesuai nomor, kayak kereta ekonomi jaman
dulu pikir ane. Namun karena di dalam gerbong sudah penuh kami jadi duduk
terpisah – pisah. Teeettttt terdengar suara klakson kereta dan pluit pertanda
kereta akan berjalan, perlahan pun kereta meninggalkan stasiun Jakarta kota,
sambil mengisi waktu selama di kereta kami pun mengobrol Cuma satria dan edo
saja yang tidak ikut ngbrol dengan ane dan lainnya karena posisi duduknya yang
jauh. Nasib sial masih menimpa kami di perjalanan malam itu entah mengapa ac di
gerbong kami tak terasa dingin, dua ac malah mengalami kebocoran sehingga
meneteskan air sehingga dimatikan oleh CS kereta. Jadilah perjalanan malam itu
seperti sedang sauna dimana panas dan keringat menjadi satu…. Hahahaha.
Cikampek
20.40 WIB
Kereta kami
tiba di stasiun cikampek, ternyata udara di stasiun sangat dingin dengan angin
yang menerpa, lega rasanya karena selama 2 jam bersauna. Setelah turun dari
kereta kami pun singgah dulu di toilet stasiun, setelah semua kembali dari
toilet kami pun keluar stasiun. Tak lupa ane tanya ke pak satpam untuk menuju
purwakarta naik angkutan umum yang mana, pak satpam pun menyuruh kami untuk
berjlan kearah flyover dan menunggu angkot yang akan menuju purwakarta,,…
Karena perut
kami sudah lapar kami pun mencari warung untuk santap malam,tidak jauh dari
pintu keluar stasiun ada warung tenda nasi goreng gitu ya sudah kami mampirlah
ke sana karena jalan kea rah flyover lumayan jauh. Kami pun memesan nasi goreng
special 6 dan kami pun menyantapnya. Setelah selesai kami pun melanjutkan
berjalan menuju bawah flyover, jarak dari stasiun ke flyover kira2 800 m, sesampainya di bawah flyover
kami bertanya ke tukang ojek angkutan menuju purwakrta tepatnya daerah plered (
desa sebelum Cihuni,dari referensi yang di dapat di inet kita harus ke Plered
dulu dan melanjutkan perjalanan menuju Cihuni) naik yang mana ya pak,”wah kalau
jam segini udah gada angkotnya kalua mau cari di cikopo aja atau kota
purwakarta” sesuai dengan apa yang di katakan bapaknya kami pun mencari
angkutan ke arah cikopo, tak lama ada AA ankot yang menawarkan jasanya, kami
pun bergegas naik di dalam angkot si AA nanya mau kemana emang de,saya jawab
aja ke Plered “A” karena waktu itu posisi saya duduk di depan. Dan si AA baik
hati ini menawarkan ingin mengantarkan sampai di Plered, langsung saja ane
bilang berapa emang “A” kalau sampe Plered 200rb aja A gimana ane pun langsung
bilang ke om yudi “gimana om mau ga” dan om Yudi pun memberikan isyarat 170 aja
nit dengan menggunakan tangannya. Ane mencoba tawar menawar namun si “AA” sopir
angkot tidak mau menurunkan harga ya sudah kamu pun sepakat dengan harga 200rb
dikarenakan hari sudah malam dan 200rb untuk di bagi 6 orang msih murah pikir
kami. Dan beruntunglah kami dapat sopir angkot yang baik hati ini dan polos….
Hahaha.
Dan ternyata
eh ternyata si sopir angkot ini pun tidak tahu arah menuju Plered alhasil kami
pun sempat muter2 di dalam kota
purwakarta dan bertanya dengan orang sekitar. Namun pada akhirnya kami pun sampai
juga di Plered. Kami berhenti di sebuah pangkalan ojek karena memang untuk
menuju ke ihuni pintu masuk gunung parang harus menggunakan ojek sebenarnya
bisa sih pakai kendaran roda empat atau angkutan umum di karenakan angkutan
yang kami tumpangi ini adalah angkutan cikampek sang sopir takut untuk
mengantarkan kami. Di sela2 kami menurunkan barang ane pun menuruh om Yudi
untuk nego harga dengan para tukang ojek tukang ojek itu menawarkan harga yag
terlalu mahal sekitar 50rb per orang,lalu kami pun bertanya kalua angkot bisa
ga sampai ke dalam pak,dan tukang ojek itu pun membolehkan kami naik angkot
sampai ke dalam, sekedar informasi dari tempat ojek itu ke dalam sekitar 10 km
lagi, dan kami tiba di sana sudah pukul 11 malam. Mendengar hal itu pun kami menghampiri
si “AA” angkot lagi dan bernego kembali ane bilang aja ke “AA”nya “A” bisa tuh
masuk sampai ke dalam kita tambahn 100 deh “A’ gimana…? Si AA pun berpikir dan
tak lama kemudian langsung meng”iya”kan untuk mengantar kami dan akhirnya kami
pun tak harus berjalan kaki sejauh 10 km atau menunggu pagi untuk dapat kembali melanjutkan
perjalanan. Medan yang kami lalui sangat berat dengan jalan yang sempt dan
banyak yang rusak ( lebay dikit lah ya) apalagi dengan menaiki angkot tua yang
di tanjakan saja selalu ngeden… hahaha
Jalanan yang
kami lalui memasuki area hutan hutan,dan jalanan berliku sempat kami berhenti
karena terlihat jalan di depan tidak dapat di lewati dan terlihat si sopir
mulai lelah, dan kami pun semua turun untuk mengecek apakah jalan di depan
masih bisa di lewati atau tidak ternyata masih bisa di lewati kami pun
memotivasi (memasmansi agar si”AA” kembali mengantarkan kami) yakali jalan bos
masih jauh juga ke dalam, dan dengan semangat yang kami berikan si “AA” pun kembali
mengantarkan kami sungguh baik hati sekali dia… hahaha.
Perjalanan
pun dilanjutkan sampai kami memasuki perkampungan penduduk dan kami berhenti di
sebuah rumah warga yang dimana ada beberapa anak muda (pemuda desa) sedang
nongkrong disitu, kami pun keluar dan bertanya “punten A kalua ke gunung parang
masih jauh teu” kata para pemuda itu “deket lagi lah A 3 km lagi ini tinggal
naik terus,habis itu turun udah sampai” namun raut gelisah dan kecapain
menghinggapi si “AA” sopir sepertinya dia sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan
perjalanan dan juga kami pun khawatir dengan kondisi mobilnya takut ga bisa
nanjak soalnya tanjakannya lumayan… hahaha
Setelah
berdiskusi dengan sang sopir kami pun sepakat untuk berhenti menggunakan jasa
sopirnya sampai di sini,kami pun menurunkan barang2 dan salah seorang pemuda
tadi menghampiri kami dan menawarkan kami untuk istirahat sejenak. Lalu kami
sempat mengobrol dengan beberapa pemuda itu, dan pemuda harapan bangsa ini menawarkan untuk
mengantarkan kami menuju ke gunung parang, lalu kami pun menanyakan berapa
ongkos nya “A” para pemuda tadi pun bilang seikhlasnya aja “A”. dan kami pun
menerima tawaran tersebut, kami pun di antarkan dengan mobil pick up milik
warga sekitar sampai di pintu masuk gunung parang.
Perjalanan
gelap dan jalanan menanjak lalu menurun kami lalui dan akhirnya taraaaa kami
pun tiba di pintu gerbang gunung parang.
Gunung
parang 00.30 WIB
Setelah
menurunkan barang dari mobil dan memberikan ongkos pick up kami pun, di ajak
bertemu dengan abah (ane lupa namanya nanti kalua anggota bajs lain ingat
tolong di komentarin ya.. hehehe),kami pun di ajak masuk ke dalam sebuah
komplek yang bentukan nya sudah di percantik seperti layaknya desa wisata
lengkap dengan saung2 sebagai tempat menginap dan pendopo maupun lapangan luas
untuk mendirikan tenda. Dikarenakan kami semua sudah lemas tak berdaya karena
ngantuk kami pun langsung mendirikan tenda setelah mengobrol2 dengan si abah di
sebuah warung makan. Tenda pun di keluarkan dari cariel satria dan beberapa
menit kemudian tenda terpasang dan setelah tenda terpasang kami malah tak bisa
langsung tidur,kami malah asik mengobrol terlebih dahulu sambil di temani kopi…
hahaha
Waktu dan
keadaan tubuh jualah yang memaksa kami perlahan terlelap sbeelumnya ane
menyuruh mas edo untuk memasang alaram di karenakan kami esok akan main veratta
pagi hari sebelum sunrise,dengan harapan dapat melihat matahari terbit saat
melakukan perjalanan mendaki,namun harapan itu tinggalah harapan di karenakan
kami semua tidak ada yang bangun (padahal mas edo udah menyirami kami dengan
tetesan air).
MInggu 2
Oktober 2016 Base camp gunung parang 07.00 WIB
Satu persatu
dari kami pun bangun, tidak lupa ritual pagi kami lakukan (menyabangi toilet
tau kan mau ngapain), setelah beres melakukan segala ritual pagi hari kami
menuju meet point sebelum pendakian yaitu warung yang tadi malam kami singgahi,
di sana kami bertemu dengan guide kami (lupa lagi namanya siapa) dan beberapa
rombongan dari Jakarta di sana kami memakai bodyharness yang akan di gunakan
untuk melakukan via veratta. Setelah semua peserta dan juga grup kami selesai
memakai harness kami pun melakukan pendakian menuju titik awal via
veratta,perjalanan menuju titik awal tidaklah sulit karena sudah ada anak
tangga menuju sana, namun cukup terjal (samalah kira2 kayak waktu ke sikunir
dieng). Namun yang bikin peralanan ini cukup berkesan adalah banyaknya nyamuk
karena kami juga melewati kebon2, setelah melangkah sekitar setengah jam kami
pun sampai di titik awal pendakian dari titik pendakian ini kami mulai di brefing
dengan “A” guidenya bagaimana cara melakukan via veratta dengan aman dan nyaman
dan tak lupa berdoa tentunya.
Dari atas
sini kita dapat melihat pemandangan waduk cirata dan jatiluhur yang sangat
keren guys, perlahan kami pun mulai menaiki tangga besi sambil mengkaitkan
harness di kawat baja (sling) di butuhkan tenaga dan pikiran yang focus karena
memindahkan sling sambil menaiki anak tangga di ketinggian tidaklah mudah
apalagi jika melihat ke bawah dengan pemandangan yang bisa bikin gemetar.
Awalanya sih kami semua masih enjoy karena jalurnya masih aman hanya naik lurus
saja,namun lama kelamaan jalurnya berubah menjadi ekstrim mulai berbelok dan
menyempit. O iya tak lupa juga kami mengambil foto selama perjalanan sayang kan
kalua ga di dokumentasikan. Perjalanan menaiki anak tangga kami tempuh kira2 3
jam karena kami banyak berhenti untuk berfoto… hahhahaha (waktu tempuh
berbanding lurus dengan seberapa banyak foto yang di ambil).
Perjalanan
menuruni gunung tak kalah ekstrimnya guys,malah menurut ane perjalanan turun
menjadi hal yang sangat mendebarkan dan menyiutkan nyali (lebay yak). Tapi
sumpah dah turunnya serem banget, kita harus turun kayak turuni tanggga bamboo
gitu kaki ane sampe gemetar,dan turunnya pun lebih membutuhkan perjuangan dek……
dengan sabar kami menuruni satu persatu anak tanggga sambil membuka dan
mengaitkan kembali harness ke sling. Akhirnya titik akhir pun terlihat rasanya
lega banget dan akhirnya sampai juga kami di bawah. Dan saatnya menuju warung
untuk menikmati segels es teh yang dapat mengademkan dan mengusir dahaga. Yuk
cusk e warung guys sesampainya di warung kami semua sudah kayak sapi yang di
gelonggong. Buset berapa gelas es the pun tersikat dan juga beberapa botol air
mineral (rasanya kayak lw lagi dipadang pasir terus nemu air). Tak lupa kami
pun beristirahat sebentar di warung sambil menunggu rombongan barengan kami
tiba di warung, selang beberapa lama rombongan tersebut tiba.
Warung base
camp 12.00 WIB
Udara siang
yang panas saat iitu membuat perut gemetar cacing2 di perut mulai bergejolak,
untung saja warung tersebut pun menjual makanan
berat kami pu memesan 6 porsi ayam goreng,tahu,temped an lalapan segar
khas sunda. Beberapa menit kemudian tersajilah pesanan kami satu bakul nasi
hangat dengan 6 porsi yang terdiri dari ayam,tahu dan tempe goreng serta
lalapan (langsung sikat bray), mantaplah ini bray makan siangnya celetuk ane
apalagi di tambah dengan sambel yang dapat menggugah rasa.
Tenda 14.00
WIB
Setelah
makan rasanya tak bisa lagi berdiri,perut terasa berat euy (pengennya sih balik
ke jakartanya besok senin aja) namun bagaimana pun jga kita harus balik karena
esok senin dan harus mulai bekerja kembali… wkwkwkw. Dengan niat dan tenaga
tersisa kami pun kembali ke tenda dan mulai beberes dan Mandi untuk bersiap pulang,satu
persatu barang di kemasi dan Mandi. Setalah selesai mandi dan berkemas kami pun
bersiap pulang, karena sudah mulai sore dan tidak lagi memungkinkan untuk naik
kereta pulang ke Jakarta kami pun memutuskan untuk naik bus menuju Bekasi, ane
pun bilang ke mang Dadang (pemilik pickup yg biasa mengantar jemput wisatwan
dari dan menuju gunung parang dan juga merupakan pengelola) dengan ongkos 200rb
kami pun di antar ke ciganea (tempat untuk menunggu bus) perjalana pulang kami
keren bray pickupnya mang dadang ada karpet dan tenda nya berasa kayak lagi
pawai gitu dah,kurang ada Kasur ma bantal aja nih (hehehe). Perjalanan menuju
Ciganea kami ditemani hujan yang jatuh dengan derasnya. Mang Ddang ini orangnya
baik dan juga ramah,waktu kami melewati sebuah minimarket yang biasa orang
sebut alfamart di situ kan ada tukang gorengan mang Dadang pun berhenti sejenak
untuk membeli gorengan (kami pikir gorengan itu hanya untuk dia ternyata kami
juga di belikan toh). Perjalanan dari gunung parang sampai Ciganea di empuh
kurang lebih selama 1,5 jam.
Ciganea
16.00 WIB
Ssesampainya
di Ciganea kami menunggu bus yang akan membawa kami ke Bekasi kami ga turun
dari pickup karena hujan deras,selang beberapa menit bus yang kami nantikan
muncul juga,bergegaslah kami menaiki bus ekonomi AC alam itu,ya tau sendirilah
bagaimana keadaan bus ekonomi di negeri ini,perjalanan Purwakarta – Bekasi di
tempuh kurang lebih 2 jam, dengan ongkos yang sangat murah 10rb per orang,
selama di bus kami tidak banyak mengobrol karena udah capek kami pun banyak
tertidur (tau2 nyampe Bekasi).
Terminal bus
Bekasi 16.30 WIB
Bus pun tiba
di terminal Bekasi namun ini bukanlah tujuan akhir kami,karena sampai Bekasi
bertepatan dengan jam makan malam dan perut mulai keroncongan mulailah kami
mencari makan,namun bukan makan di sekitar terminal kami malah makan di stasiun
Bekasi karena memang saya dan edo harus naik krl ke Tangerang begitupun koh
anes yang harus ke stasiun kranji dan satria om yudi yang menyimpan motor di
stasiun beksi, dan om bayu yang harus naik ojek (sebenarnya sih gada masalah
mau naik dari mana juga). Dengan menggunakan angkot merah nomor 15 kami pun
berangkat ke stasiun, sesampainya di stasiun kami pun makan nasi uduk di depan
stasiun yang rasanya lumayanlah kami pun memesan lauk sesuai selera, setelah
makan kami pun berpisah ane,edo,anes menuju dalam stasiuun sedangkan satria dan
om yudi menuju penitipan motor dan om bayu memesan gojek.
Itulah
perjalanan singkat kami ber 6 para pria keceable yang berjibaku menikmati
keindahan alam gunung parang. Nantikan episode perjalan the bajs lainnya hanya
di channel blog saujanasemesta.blogspot.com (kalau udah punya alat canggih
pengen juga sih bikin vlog gitu)… hehehe.
Tetaplah
menikmati keindahan alam dengan tak lupa menjaganya karena alam bukan hanya
milik kita namun juga milik generasi mendatang cheerssssss.
Rincian
biaya perjalanan
Tiket kereta
St Jakarta kota – cikampek : 5 rb/orang
Sewa angkot
Cikampek – Cihuni : 300 rb
Sewa pickup
cihuni sampai gerbang : 100 rb ( tadinya di kasih 50 rb tapi
katanya kurang)
Via veratta : 170 rb/orang (biaya admin 20 rb,via
veratta 150 rb)
Makan siang
+ snack dll : 180 rb (Total)
Ongkos
pickup Cihuni – Ciganea : 200 rb
Bus
Purwakarta – Bekasi : 10 rb/orang
Mordenit Banyuurip PM