Selasa, 29 Agustus 2017

Mencoba Via Veratta Gunung Parang

Hallo bajs dan sobat ayo ngetrip udah lama ya blog ini tidak menyapa pemirsa dimana pun berada. Kali ini the bajs mau ceritain pengalaman saat ngetrip mendaki gunung dengan cara yang berdeba,yaps the bajs kali ini akan mencoba via veratta cara lain dalam mendaki gunung,oya via veratta itu berasal dari Bahasa italia yang berarti “ Tangga besi “ dan iyaps kita kali ini mau mendaki gunung dengan bantuan tangga besi,dengan menggunakan body harness ya mirip semacam wlak climbing gitu deh. Oya personil kali the bajs kali ini ada Satria,mas edo ( yg kebetulan lagi ada interview kerjaan di Tangerang), dan teman2 ayo ngetrip koh anes,om yudi,dan om bayu,dan ane mordenit. Sebenarnya ada juga anggota cewenya namun mereka urung berangkat karena kesibukan masing2.
Hari sabtu 1 Oktober 2016 sore pukul 6 kami semua berangkat menuju purwakarta tepatnya ke gunung parang yang berada di desa cihuni, kali ini rombongan terbagi dua dengan meet point di stasiun Jakarta kota ane dan edo berangkat dari Tangerang dan satria beserta lainnya berangkat dari Bekasi, ane dan edo berangkat sekitar jam 2 siang dari stasiun Tangerang, dan tiba di stasiun Jakarta kota pukul 4 sore, dikarenakan ane dan edo yang duluan dating ya sudah kita pergi ke loket kereta untuk membeli tiket kereta menuju purwakarta, sembari menunggu rombongan Bekasi tiba. Namun naas ketika ane dan edo sampe di stasiun kota tiket yang menuju purwakarta sudah habis dan loket pun sudah tutup. Namun kami di kabari dengan sesame penumpang yang mengantri bahwa loket akan buka kembali pukul 5 sore untuk pembelian tiket purwakarta selanjutnya, ya sudah terpaksa ane dan edo mengantri sambal menunggu loket di buka kembali, karena jika di tinggal takut tak kebagian tiket lagi waktu itu antriannya sudah membludak… hahahaha
Selang 30 menit lagi loket di buka koh anes alias cukong tiba di stasiun kota dan menemui kami yang sedang mengemper ngantri tiket, lalu di susul satria, om yudi, dan bayu selang beberapa menit kemudian. Tepat pukul 5 sore loket di buka ane dan edo pun bergegas berdiri dan perlahan maju menghampiri petugas loket, namun kejutan yang kami dapatkan ternyata tiket local jurusan stasiun purwakarta telah habis dan hanya tersisa tiket KA menuju Cikampek, (FYI stasiun Cikampek masih dua stasiun lagi sebelum stasiun Purwakarta), dikarenakan sudah mengantri cukup lama dan jika tak jadi berangkat kami merasa malu ya sudah tanpa piker panjang kami pun membeli tiket menuju Cikampek,sesuai dengan prinsip ane setiap perjalanan mempunyai ceritanya masing2 untuk itu perjalanan yang berubah menjadi ke cikampek terlebih dahulu kita nikmati saja, walaupun kami semua juga tidak tahu dari cikampek nanti akan menggunakan apa menuju desa Cihuni hahahaha, ya nikmati saja bos urusan nanti di piker nanti lah. Setelah tiket di tangan kami pun pergi ke area dalam stasiun dan duduk istirahat di dalam sambal menunggu jam keberangkatan kereta yang sesuai jadwal berangkat pukul 6 sore.
Waktu menunggu itu kami habiskan untuk bercerita dan berfoto2, tepat pukul 6 kurang 15 menit kami masuk ke dalam peron kereta dan menuju gerbong kami sesuai dengan yang tertera di tiket kami berada di gerbong 2, dan mencari no kursi kami sesuai dengan yang ada di tiket, namun karena ini kereta local nomor kursi dan gerbong yang ada di tiket hanyalah pajangan (hahaha), karena sesampainya di dalam kami boleh duduk bebas tidak sesuai nomor, kayak kereta ekonomi jaman dulu pikir ane. Namun karena di dalam gerbong sudah penuh kami jadi duduk terpisah – pisah. Teeettttt terdengar suara klakson kereta dan pluit pertanda kereta akan berjalan, perlahan pun kereta meninggalkan stasiun Jakarta kota, sambil mengisi waktu selama di kereta kami pun mengobrol Cuma satria dan edo saja yang tidak ikut ngbrol dengan ane dan lainnya karena posisi duduknya yang jauh. Nasib sial masih menimpa kami di perjalanan malam itu entah mengapa ac di gerbong kami tak terasa dingin, dua ac malah mengalami kebocoran sehingga meneteskan air sehingga dimatikan oleh CS kereta. Jadilah perjalanan malam itu seperti sedang sauna dimana panas dan keringat menjadi satu…. Hahahaha.
Cikampek 20.40 WIB
Kereta kami tiba di stasiun cikampek, ternyata udara di stasiun sangat dingin dengan angin yang menerpa, lega rasanya karena selama 2 jam bersauna. Setelah turun dari kereta kami pun singgah dulu di toilet stasiun, setelah semua kembali dari toilet kami pun keluar stasiun. Tak lupa ane tanya ke pak satpam untuk menuju purwakarta naik angkutan umum yang mana, pak satpam pun menyuruh kami untuk berjlan kearah flyover dan menunggu angkot yang akan menuju purwakarta,,…
Karena perut kami sudah lapar kami pun mencari warung untuk santap malam,tidak jauh dari pintu keluar stasiun ada warung tenda nasi goreng gitu ya sudah kami mampirlah ke sana karena jalan kea rah flyover lumayan jauh. Kami pun memesan nasi goreng special 6 dan kami pun menyantapnya. Setelah selesai kami pun melanjutkan berjalan menuju bawah flyover, jarak dari stasiun ke flyover  kira2 800 m, sesampainya di bawah flyover kami bertanya ke tukang ojek angkutan menuju purwakrta tepatnya daerah plered ( desa sebelum Cihuni,dari referensi yang di dapat di inet kita harus ke Plered dulu dan melanjutkan perjalanan menuju Cihuni) naik yang mana ya pak,”wah kalau jam segini udah gada angkotnya kalua mau cari di cikopo aja atau kota purwakarta” sesuai dengan apa yang di katakan bapaknya kami pun mencari angkutan ke arah cikopo, tak lama ada AA ankot yang menawarkan jasanya, kami pun bergegas naik di dalam angkot si AA nanya mau kemana emang de,saya jawab aja ke Plered “A” karena waktu itu posisi saya duduk di depan. Dan si AA baik hati ini menawarkan ingin mengantarkan sampai di Plered, langsung saja ane bilang berapa emang “A” kalau sampe Plered 200rb aja A gimana ane pun langsung bilang ke om yudi “gimana om mau ga” dan om Yudi pun memberikan isyarat 170 aja nit dengan menggunakan tangannya. Ane mencoba tawar menawar namun si “AA” sopir angkot tidak mau menurunkan harga ya sudah kamu pun sepakat dengan harga 200rb dikarenakan hari sudah malam dan 200rb untuk di bagi 6 orang msih murah pikir kami. Dan beruntunglah kami dapat sopir angkot yang baik hati ini dan polos…. Hahaha.
Dan ternyata eh ternyata si sopir angkot ini pun tidak tahu arah menuju Plered alhasil kami pun sempat muter2  di dalam kota purwakarta dan bertanya dengan orang sekitar. Namun pada akhirnya kami pun sampai juga di Plered. Kami berhenti di sebuah pangkalan ojek karena memang untuk menuju ke ihuni pintu masuk gunung parang harus menggunakan ojek sebenarnya bisa sih pakai kendaran roda empat atau angkutan umum di karenakan angkutan yang kami tumpangi ini adalah angkutan cikampek sang sopir takut untuk mengantarkan kami. Di sela2 kami menurunkan barang ane pun menuruh om Yudi untuk nego harga dengan para tukang ojek tukang ojek itu menawarkan harga yag terlalu mahal sekitar 50rb per orang,lalu kami pun bertanya kalua angkot bisa ga sampai ke dalam pak,dan tukang ojek itu pun membolehkan kami naik angkot sampai ke dalam, sekedar informasi dari tempat ojek itu ke dalam sekitar 10 km lagi, dan kami tiba di sana sudah pukul 11 malam. Mendengar hal itu pun kami menghampiri si “AA” angkot lagi dan bernego kembali ane bilang aja ke “AA”nya “A” bisa tuh masuk sampai ke dalam kita tambahn 100 deh “A’ gimana…? Si AA pun berpikir dan tak lama kemudian langsung meng”iya”kan untuk mengantar kami dan akhirnya kami pun tak harus berjalan kaki sejauh 10 km atau menunggu  pagi untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan. Medan yang kami lalui sangat berat dengan jalan yang sempt dan banyak yang rusak ( lebay dikit lah ya) apalagi dengan menaiki angkot tua yang di tanjakan saja selalu ngeden… hahaha
Jalanan yang kami lalui memasuki area hutan hutan,dan jalanan berliku sempat kami berhenti karena terlihat jalan di depan tidak dapat di lewati dan terlihat si sopir mulai lelah, dan kami pun semua turun untuk mengecek apakah jalan di depan masih bisa di lewati atau tidak ternyata masih bisa di lewati kami pun memotivasi (memasmansi agar si”AA” kembali mengantarkan kami) yakali jalan bos masih jauh juga ke dalam, dan dengan semangat yang kami berikan si “AA” pun kembali mengantarkan kami sungguh baik hati sekali dia… hahaha.
Perjalanan pun dilanjutkan sampai kami memasuki perkampungan penduduk dan kami berhenti di sebuah rumah warga yang dimana ada beberapa anak muda (pemuda desa) sedang nongkrong disitu, kami pun keluar dan bertanya “punten A kalua ke gunung parang masih jauh teu” kata para pemuda itu “deket lagi lah A 3 km lagi ini tinggal naik terus,habis itu turun udah sampai” namun raut gelisah dan kecapain menghinggapi si “AA” sopir sepertinya dia sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan perjalanan dan juga kami pun khawatir dengan kondisi mobilnya takut ga bisa nanjak soalnya tanjakannya lumayan… hahaha
Setelah berdiskusi dengan sang sopir kami pun sepakat untuk berhenti menggunakan jasa sopirnya sampai di sini,kami pun menurunkan barang2 dan salah seorang pemuda tadi menghampiri kami dan menawarkan kami untuk istirahat sejenak. Lalu kami sempat mengobrol dengan beberapa pemuda itu, dan pemuda  harapan bangsa ini menawarkan untuk mengantarkan kami menuju ke gunung parang, lalu kami pun menanyakan berapa ongkos nya “A” para pemuda tadi pun bilang seikhlasnya aja “A”. dan kami pun menerima tawaran tersebut, kami pun di antarkan dengan mobil pick up milik warga sekitar sampai di pintu masuk gunung parang.
Perjalanan gelap dan jalanan menanjak lalu menurun kami lalui dan akhirnya taraaaa kami pun tiba di pintu gerbang gunung parang.
Gunung parang 00.30 WIB
Setelah menurunkan barang dari mobil dan memberikan ongkos pick up kami pun, di ajak bertemu dengan abah (ane lupa namanya nanti kalua anggota bajs lain ingat tolong di komentarin ya.. hehehe),kami pun di ajak masuk ke dalam sebuah komplek yang bentukan nya sudah di percantik seperti layaknya desa wisata lengkap dengan saung2 sebagai tempat menginap dan pendopo maupun lapangan luas untuk mendirikan tenda. Dikarenakan kami semua sudah lemas tak berdaya karena ngantuk kami pun langsung mendirikan tenda setelah mengobrol2 dengan si abah di sebuah warung makan. Tenda pun di keluarkan dari cariel satria dan beberapa menit kemudian tenda terpasang dan setelah tenda terpasang kami malah tak bisa langsung tidur,kami malah asik mengobrol terlebih dahulu sambil di temani kopi… hahaha
Waktu dan keadaan tubuh jualah yang memaksa kami perlahan terlelap sbeelumnya ane menyuruh mas edo untuk memasang alaram di karenakan kami esok akan main veratta pagi hari sebelum sunrise,dengan harapan dapat melihat matahari terbit saat melakukan perjalanan mendaki,namun harapan itu tinggalah harapan di karenakan kami semua tidak ada yang bangun (padahal mas edo udah menyirami kami dengan tetesan air).
MInggu 2 Oktober 2016 Base camp gunung parang 07.00 WIB
Satu persatu dari kami pun bangun, tidak lupa ritual pagi kami lakukan (menyabangi toilet tau kan mau ngapain), setelah beres melakukan segala ritual pagi hari kami menuju meet point sebelum pendakian yaitu warung yang tadi malam kami singgahi, di sana kami bertemu dengan guide kami (lupa lagi namanya siapa) dan beberapa rombongan dari Jakarta di sana kami memakai bodyharness yang akan di gunakan untuk melakukan via veratta. Setelah semua peserta dan juga grup kami selesai memakai harness kami pun melakukan pendakian menuju titik awal via veratta,perjalanan menuju titik awal tidaklah sulit karena sudah ada anak tangga menuju sana, namun cukup terjal (samalah kira2 kayak waktu ke sikunir dieng). Namun yang bikin peralanan ini cukup berkesan adalah banyaknya nyamuk karena kami juga melewati kebon2, setelah melangkah sekitar setengah jam kami pun sampai di titik awal pendakian dari titik pendakian ini kami mulai di brefing dengan “A” guidenya bagaimana cara melakukan via veratta dengan aman dan nyaman dan tak lupa berdoa tentunya.
Dari atas sini kita dapat melihat pemandangan waduk cirata dan jatiluhur yang sangat keren guys, perlahan kami pun mulai menaiki tangga besi sambil mengkaitkan harness di kawat baja (sling) di butuhkan tenaga dan pikiran yang focus karena memindahkan sling sambil menaiki anak tangga di ketinggian tidaklah mudah apalagi jika melihat ke bawah dengan pemandangan yang bisa bikin gemetar. Awalanya sih kami semua masih enjoy karena jalurnya masih aman hanya naik lurus saja,namun lama kelamaan jalurnya berubah menjadi ekstrim mulai berbelok dan menyempit. O iya tak lupa juga kami mengambil foto selama perjalanan sayang kan kalua ga di dokumentasikan. Perjalanan menaiki anak tangga kami tempuh kira2 3 jam karena kami banyak berhenti untuk berfoto… hahhahaha (waktu tempuh berbanding lurus dengan seberapa banyak foto yang di ambil).
Perjalanan menuruni gunung tak kalah ekstrimnya guys,malah menurut ane perjalanan turun menjadi hal yang sangat mendebarkan dan menyiutkan nyali (lebay yak). Tapi sumpah dah turunnya serem banget, kita harus turun kayak turuni tanggga bamboo gitu kaki ane sampe gemetar,dan turunnya pun lebih membutuhkan perjuangan dek…… dengan sabar kami menuruni satu persatu anak tanggga sambil membuka dan mengaitkan kembali harness ke sling. Akhirnya titik akhir pun terlihat rasanya lega banget dan akhirnya sampai juga kami di bawah. Dan saatnya menuju warung untuk menikmati segels es teh yang dapat mengademkan dan mengusir dahaga. Yuk cusk e warung guys sesampainya di warung kami semua sudah kayak sapi yang di gelonggong. Buset berapa gelas es the pun tersikat dan juga beberapa botol air mineral (rasanya kayak lw lagi dipadang pasir terus nemu air). Tak lupa kami pun beristirahat sebentar di warung sambil menunggu rombongan barengan kami tiba di warung, selang beberapa lama rombongan tersebut tiba.
Warung base camp 12.00 WIB
Udara siang yang panas saat iitu membuat perut gemetar cacing2 di perut mulai bergejolak, untung saja warung tersebut pun menjual makanan  berat kami pu memesan 6 porsi ayam goreng,tahu,temped an lalapan segar khas sunda. Beberapa menit kemudian tersajilah pesanan kami satu bakul nasi hangat dengan 6 porsi yang terdiri dari ayam,tahu dan tempe goreng serta lalapan (langsung sikat bray), mantaplah ini bray makan siangnya celetuk ane apalagi di tambah dengan sambel yang dapat menggugah rasa.
Tenda 14.00 WIB
Setelah makan rasanya tak bisa lagi berdiri,perut terasa berat euy (pengennya sih balik ke jakartanya besok senin aja) namun bagaimana pun jga kita harus balik karena esok senin dan harus mulai bekerja kembali… wkwkwkw. Dengan niat dan tenaga tersisa kami pun kembali ke tenda dan mulai beberes dan Mandi untuk bersiap pulang,satu persatu barang di kemasi dan Mandi. Setalah selesai mandi dan berkemas kami pun bersiap pulang, karena sudah mulai sore dan tidak lagi memungkinkan untuk naik kereta pulang ke Jakarta kami pun memutuskan untuk naik bus menuju Bekasi, ane pun bilang ke mang Dadang (pemilik pickup yg biasa mengantar jemput wisatwan dari dan menuju gunung parang dan juga merupakan pengelola) dengan ongkos 200rb kami pun di antar ke ciganea (tempat untuk menunggu bus) perjalana pulang kami keren bray pickupnya mang dadang ada karpet dan tenda nya berasa kayak lagi pawai gitu dah,kurang ada Kasur ma bantal aja nih (hehehe). Perjalanan menuju Ciganea kami ditemani hujan yang jatuh dengan derasnya. Mang Ddang ini orangnya baik dan juga ramah,waktu kami melewati sebuah minimarket yang biasa orang sebut alfamart di situ kan ada tukang gorengan mang Dadang pun berhenti sejenak untuk membeli gorengan (kami pikir gorengan itu hanya untuk dia ternyata kami juga di belikan toh). Perjalanan dari gunung parang sampai Ciganea di empuh kurang lebih selama 1,5 jam.
Ciganea 16.00 WIB
Ssesampainya di Ciganea kami menunggu bus yang akan membawa kami ke Bekasi kami ga turun dari pickup karena hujan deras,selang beberapa menit bus yang kami nantikan muncul juga,bergegaslah kami menaiki bus ekonomi AC alam itu,ya tau sendirilah bagaimana keadaan bus ekonomi di negeri ini,perjalanan Purwakarta – Bekasi di tempuh kurang lebih 2 jam, dengan ongkos yang sangat murah 10rb per orang, selama di bus kami tidak banyak mengobrol karena udah capek kami pun banyak tertidur (tau2 nyampe Bekasi).
Terminal bus Bekasi 16.30 WIB
Bus pun tiba di terminal Bekasi namun ini bukanlah tujuan akhir kami,karena sampai Bekasi bertepatan dengan jam makan malam dan perut mulai keroncongan mulailah kami mencari makan,namun bukan makan di sekitar terminal kami malah makan di stasiun Bekasi karena memang saya dan edo harus naik krl ke Tangerang begitupun koh anes yang harus ke stasiun kranji dan satria om yudi yang menyimpan motor di stasiun beksi, dan om bayu yang harus naik ojek (sebenarnya sih gada masalah mau naik dari mana juga). Dengan menggunakan angkot merah nomor 15 kami pun berangkat ke stasiun, sesampainya di stasiun kami pun makan nasi uduk di depan stasiun yang rasanya lumayanlah kami pun memesan lauk sesuai selera, setelah makan kami pun berpisah ane,edo,anes menuju dalam stasiuun sedangkan satria dan om yudi menuju penitipan motor dan om bayu memesan gojek.
Itulah perjalanan singkat kami ber 6 para pria keceable yang berjibaku menikmati keindahan alam gunung parang. Nantikan episode perjalan the bajs lainnya hanya di channel blog saujanasemesta.blogspot.com (kalau udah punya alat canggih pengen juga sih bikin vlog gitu)… hehehe.
Tetaplah menikmati keindahan alam dengan tak lupa menjaganya karena alam bukan hanya milik kita namun juga milik generasi mendatang cheerssssss.

Rincian biaya perjalanan
Tiket kereta St Jakarta kota – cikampek : 5 rb/orang
Sewa angkot Cikampek – Cihuni              : 300 rb
Sewa pickup cihuni sampai gerbang      : 100 rb ( tadinya di kasih 50 rb tapi katanya kurang)
Via veratta                                                : 170 rb/orang (biaya admin 20 rb,via veratta 150 rb)
Makan siang + snack dll                           : 180 rb (Total)
Ongkos pickup Cihuni – Ciganea            : 200 rb
Bus Purwakarta – Bekasi                         : 10 rb/orang

Mordenit Banyuurip PM 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Kita berdua   Ketika kita tak tahu lagi harus melangkah kemana Ketika nahkoda tak lagi dapat menentukan arah kapalnya Ketika kusir...